Sebagian dari kita mungkin sekarang sedang merasa bahwa kita hidup di dunia ini dengan
aman-aman saja tanpa ada kendala. Tapi sadarkah kita bahwa terkadang kita merupakan seorang manusia yang sedang tertipu?
APA MAKSUDNYA?
Simak penjelasannya
Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah berkata:
وأعظم الخلق غرورًا من اغترّ بالدنيا وعاجلها، فآثرها على الآخرة، ورضي بها من الآخرة ، حتّى يقولُ بعض هؤلاء: الدنيا نقد، والآخرة نسيئة، والنقد أنفع من النسيئة!
"Makhluk yang paling tertipu ialah yang tertipu dengan dunia, lebih mendahulukannya, dan rela
memprioritaskannya daripada akhirat. la puas dengan dunia walau tidak mendapatkan akhirat.
Bahkan, beberapa dari mereka sampai berkata, 'Pembayarannya dunia dilakukan di muka, sedang
akhirat di belakang; dan yang tunai lebih baikdaripada yang dibayar di belakang" (Ad-Da'u wa ad-Dawa'u, hlm. 88)
sumber : https://www.instagram.com/p/CeyR4WMtdu5/?hl=id
aman-aman saja tanpa ada kendala. Tapi sadarkah kita bahwa terkadang kita merupakan seorang manusia yang sedang tertipu?
APA MAKSUDNYA?
Simak penjelasannya
Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah berkata:
وأعظم الخلق غرورًا من اغترّ بالدنيا وعاجلها، فآثرها على الآخرة، ورضي بها من الآخرة ، حتّى يقولُ بعض هؤلاء: الدنيا نقد، والآخرة نسيئة، والنقد أنفع من النسيئة!
"Makhluk yang paling tertipu ialah yang tertipu dengan dunia, lebih mendahulukannya, dan rela
memprioritaskannya daripada akhirat. la puas dengan dunia walau tidak mendapatkan akhirat.
Bahkan, beberapa dari mereka sampai berkata, 'Pembayarannya dunia dilakukan di muka, sedang
akhirat di belakang; dan yang tunai lebih baikdaripada yang dibayar di belakang" (Ad-Da'u wa ad-Dawa'u, hlm. 88)
sumber : https://www.instagram.com/p/CeyR4WMtdu5/?hl=id