Enam Kandungan Pokok surat Al Fatihah
Yang pertama
Surah ini mengandung tiga macam tauhid:
> Tauhid rububiyyah (pengesaan dalam perbuatan Allah) diambil dari ayat " Rabbil 'aalamiin ", berarti Allah adalah Rabb satu-satunya yang membina jagat raya ini.
> Tauhid uluhiyyah (pengesaaan ibadah hanya untuk Allah) diambil dari ayat " iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in ", berarti kita hanya perlu dan meminta
tolong Allah.
Yang kedua
Surah ini menetapkan adanya kenabian pada ayat
"ihdinaash shiroothol mustaqiim" (tunjukilah kami kejalan yang lurus) karena hal tersebut tidak akan
bisa tercapai tanpa adanya rasul yang diutus.
Yang ketiga
Adanya penetapan balasan terhadap amalan yang dikerjakan seperti yang tertera dalam ayat "maaliki yaumiddiin" (Yang menguasai hari pembalasan).Balasan tersebut tentu berlaku adil. Makna ad-diin adalah memberikan balasan dengan adil.
Yang keempat
Surah ini menetapkan adanya takdir dan seorang hamba itu pelaku sebenarnya, tidak seperti yang diyakini Qadariyyah (yang menolak takdir) dan Jabariyyah (menyatakan manusia dipaksa Oleh
takdir).
Yang kelimaa
Surah ini membantah seluruh ahli bid'ah yang sesat yakni pada ayat "ihdinaash shiroothol mustaqiim" (tunjukilah kami kejalan yang lurus), yaitujalannya orang yang mengetahui kebenaran
dan mengamalkannya. Setiap ahli bid'ah menyelisihi ini.
Yang ke-enam
Surah ini mengajarkan memurnikan (mengikhlaskan) ibadah dan meminta tolong hanya kepada Allah sebagaimana tertera dalam ayat
"iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in". (Lihat Tafsir
As-Sa'di, hlm. 26).
Tafsir As sa'diCetakon kedua, Tahun 7433 H. Syaikh 'A.murrahrran bin NashirAsMdi.
Muassasah Ar-risalah
-surat-al-fatihah.html
sumber : https://www.instagram.com/p/CMRHqgyBskp/?hl=id
photo : https://unsplash.com/s/photos/contain , clay-banks-IPyGgliTDo4-unsplash
Yang pertama
Surah ini mengandung tiga macam tauhid:
> Tauhid rububiyyah (pengesaan dalam perbuatan Allah) diambil dari ayat " Rabbil 'aalamiin ", berarti Allah adalah Rabb satu-satunya yang membina jagat raya ini.
> Tauhid uluhiyyah (pengesaaan ibadah hanya untuk Allah) diambil dari ayat " iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in ", berarti kita hanya perlu dan meminta
tolong Allah.
Yang kedua
Surah ini menetapkan adanya kenabian pada ayat
"ihdinaash shiroothol mustaqiim" (tunjukilah kami kejalan yang lurus) karena hal tersebut tidak akan
bisa tercapai tanpa adanya rasul yang diutus.
Yang ketiga
Adanya penetapan balasan terhadap amalan yang dikerjakan seperti yang tertera dalam ayat "maaliki yaumiddiin" (Yang menguasai hari pembalasan).Balasan tersebut tentu berlaku adil. Makna ad-diin adalah memberikan balasan dengan adil.
Yang keempat
Surah ini menetapkan adanya takdir dan seorang hamba itu pelaku sebenarnya, tidak seperti yang diyakini Qadariyyah (yang menolak takdir) dan Jabariyyah (menyatakan manusia dipaksa Oleh
takdir).
Yang kelimaa
Surah ini membantah seluruh ahli bid'ah yang sesat yakni pada ayat "ihdinaash shiroothol mustaqiim" (tunjukilah kami kejalan yang lurus), yaitujalannya orang yang mengetahui kebenaran
dan mengamalkannya. Setiap ahli bid'ah menyelisihi ini.
Yang ke-enam
Surah ini mengajarkan memurnikan (mengikhlaskan) ibadah dan meminta tolong hanya kepada Allah sebagaimana tertera dalam ayat
"iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in". (Lihat Tafsir
As-Sa'di, hlm. 26).
Tafsir As sa'diCetakon kedua, Tahun 7433 H. Syaikh 'A.murrahrran bin NashirAsMdi.
Muassasah Ar-risalah
-surat-al-fatihah.html
sumber : https://www.instagram.com/p/CMRHqgyBskp/?hl=id
photo : https://unsplash.com/s/photos/contain , clay-banks-IPyGgliTDo4-unsplash