3 SYARAT UTAMA Ketika Beribadah Kepada Allah
TUJUAN PENCIPTAAN MANUSIA IALAH UNTUK BERIBADAH. DALAM BERIBADAH TENTU ADA
SYARAT-SYARAT AGAR IBADAH KITA BERBUAH PAHALA
Apa saja syarat-syarat tersebut?
1. Beriman kepada Allah
Allah Subhaanahu wa ta'laa berfirman:
مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami berikan balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” [An-Nahl/16: 97]
2. Ikhlas beribadah hanya untuk Allah
-Allâh Azza wa Jalla berfirman:
وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ
“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allâh dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus.” [Al-Bayyinah/98: 5]
-Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّ اللَّهَ لاَ يَقْبَلُ مِنَ الْعَمَلِ إِلاَّ مَا كَانَ لَهُ خَالِصًا وَابْتُغِيَ بِهِ وَجْهُهُ
Sesungguhnya Allâh tidak akan menerima dari semua jenis amalan kecuali yang murni untuk–Nya dan untuk mencari wajah–Nya.
(HR. Nasai, no: 3140. Lihat: Silsilah ash-Shahîhah, no: 52; Ahkâmul Janâ’iz, hlm. 63)
3. Beribadah dengan petunjuk Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ فِيهِ فَهُوَ رَدٌّ
Barangsiapa membuat perkara baru di dalam urusan kami (agama) ini, apa-apa yang bukan padanya, maka itu tertolak
(HR. Al-Bukhâri, no. 2697; Muslim, no. 1718)
________________________
sumber:https://www.instagram.com/p/CY08zG1BtCr/?hl=id
photo:https://unsplash.com/t/nature,nicolas-houdayer--gxb8dbTxPw-unsplash
TUJUAN PENCIPTAAN MANUSIA IALAH UNTUK BERIBADAH. DALAM BERIBADAH TENTU ADA
SYARAT-SYARAT AGAR IBADAH KITA BERBUAH PAHALA
Apa saja syarat-syarat tersebut?
1. Beriman kepada Allah
Allah Subhaanahu wa ta'laa berfirman:
مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami berikan balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” [An-Nahl/16: 97]
2. Ikhlas beribadah hanya untuk Allah
-Allâh Azza wa Jalla berfirman:
وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ
“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allâh dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus.” [Al-Bayyinah/98: 5]
-Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّ اللَّهَ لاَ يَقْبَلُ مِنَ الْعَمَلِ إِلاَّ مَا كَانَ لَهُ خَالِصًا وَابْتُغِيَ بِهِ وَجْهُهُ
Sesungguhnya Allâh tidak akan menerima dari semua jenis amalan kecuali yang murni untuk–Nya dan untuk mencari wajah–Nya.
(HR. Nasai, no: 3140. Lihat: Silsilah ash-Shahîhah, no: 52; Ahkâmul Janâ’iz, hlm. 63)
3. Beribadah dengan petunjuk Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ فِيهِ فَهُوَ رَدٌّ
Barangsiapa membuat perkara baru di dalam urusan kami (agama) ini, apa-apa yang bukan padanya, maka itu tertolak
(HR. Al-Bukhâri, no. 2697; Muslim, no. 1718)
________________________
sumber:https://www.instagram.com/p/CY08zG1BtCr/?hl=id
photo:https://unsplash.com/t/nature,nicolas-houdayer--gxb8dbTxPw-unsplash